swarakreatif.com/, PALANGKA RAYA — Koordinator Wilayah Gerakan Pemuda Tani (GEMPITA) Kalimantan Tengah, Reyri Kaswanda, mengajak generasi muda di wilayah setempat untuk tidak ragu melirik dan terjun langsung ke dalam sektor pertanian. Hal tersebut disampaikannya dalam program siaran interaktif “JAMKOS” (Jam Obrolan Santai) bertajuk “Potensi Pertanian Kalteng untuk Generasi Muda” yang dipandu oleh host Amalaa melalui frekuensi RRI PRO 2 Palangka Raya 92.4 FM, Kamis malam (11/06/2026).
Dalam dialog edukatif yang berlangsung hangat selama satu jam dari pukul 20.00 hingga 21.00 WIB tersebut, Reyri menekankan bahwa Kalimantan Tengah memiliki bentang lahan yang sangat luas dan subur. Namun, pemanfaatannya saat ini belum berjalan maksimal akibat keterbatasan dan melambatnya laju regenerasi petani daerah. Menurutnya, citra dunia tani yang selama ini identik dengan kerja fisik yang berat, kotor, dan kurang menjanjikan harus segera diubah di mata generasi milenial serta Gen Z.
”Pertanian modern saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang cangkul dan lumpur. Dengan sentuhan teknologi, digitalisasi, serta inovasi manajemen pasca-panen, sektor ini justru menawarkan peluang bisnis (agribusiness) yang sangat menjanjikan. Generasi muda memiliki kreativitas tinggi dan pemahaman teknologi digital yang sangat dibutuhkan untuk membawa pertanian Kalteng naik kelas,” ujar Reyri dalam siaran program JAGA MALAM tersebut.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa posisi strategis Kalimantan Tengah sebagai salah satu lumbung pangan penyangga nasional—terlebih dengan adanya pengembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN)—memicu lonjakan permintaan komoditas pangan berkualitas tinggi dalam jumlah besar. Hal ini dinilai sebagai momentum emas yang wajib ditangkap oleh para pemuda daerah untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan regional.
Melalui gerakan GEMPITA Kalteng, pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi, memberikan edukasi praktis, serta membuka akses kolaborasi yang luas bagi pemuda yang ingin memulai usaha di bidang agribisnis. Sinergi antara pemuda kreatif, penguasaan teknologi modern, dan ketersediaan potensi alam diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan modern di Bumi Tambun Bungai.
Acara dialog interaktif garapan RRI PRO 2 Palangka Raya ini mendapatkan respons dan antusiasme positif dari masyarakat, khususnya kalangan pemuda. Selain melalui saluran radio konvensional, diskusi ini juga diakses secara luas melalui platform digital via live streaming di akun TikTok resmi @official_pro2palangkaraya serta melalui aplikasi RRI Digital. (**)









